Langsung ke konten utama

Modul 8 : SUBNETTING

Nama    : Farrel Adrian Laksana
No BP    : 2111082013 


SUBNETTING

1. Pendahuluan 
​​     Teknologi Jaringan komputer sangat diperlukan dalam membantu meningkatkan kinerja dalam kehidupan manusia. Dengan jaringan komputer manusia dapat saling berkomunikasi dengan yang lainnya melalui komputer mereka yang membentuk sebuah jaringan. Melalui jaringan itu mereka dapat saling bertukar in-ormasi, dan data satu sama lainnya. Dalam IP Address juga dikenal sebuah istilah subnetting yang bertujuan untuk membagi jaringan ke dalam subnet - subnet sehingga memudahkan dalam pembagian network dan pengontrolan dari sebuah jaringan. Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit host ID pada subnet mask untuk dijadikan network ID baru.

2.Pengertian Subnetting
      
    Subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuat network menjadi beberapa network yang lebih kecil, atau Subnetting merupakan sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.
     Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B dan C yang sudah di atur. Dengan subnetting, maka kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis kebutuhan Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP address yang mewakili network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standart, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia : 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B dan 24 bit untuk kelas C.

3.  Fungsi Subnetting


  1. Penghematan Alamat IPMengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien. Jika internet terbatasoleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000,atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
  2. Mengoptimalisasi Unjuk Kerja Jaringan walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semuadevice tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih kecil dari Class C address.

4. Tujuan Subnetting
  • Untuk mengefisienkan pengalamatan jaringan misalnya untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita ingin menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 = 244 alamat yang tidak terpakai.
  • Dapat membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan artikata membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Untuk mengatasi masalah perbedaan antara hardware dengan topologi fisik jaringan.
  • Untuk membuat lebih efisien alokasi Ip address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan ip adderss.
  • Untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyak host dalam suatu jaringan.
  • Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang di gunakan dalam suatu network.

5. Konsep Subnetting

CIDR ( Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu direview terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep perhitungan IP Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR), metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagai network prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif. Menggunakan metode CIDR kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai. Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan metode CIDR berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan :

Picture
VLSM ( Variable Length Subnet Mask )
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute   broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :

130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat 11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20 Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20 Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20 Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20


Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
     1.  Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
     2.  Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24, dst..sampai ke 16

     3.  Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
     4.  sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27, dst
 

6. Kesimpulan 
     Subnetting merupakan metode untuk memperbanyak network id yang berasal dari suatu network id dan membentuk alamat IP menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Persoalan subnetting akan berkisar di empat masalah diantaranya Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, Alamat Network- Broadcast.
      Fungsi Subnetting untuk penghematan alamat IP mengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien dan mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan.​ Tujuan dari subnetting yaitu untuk mengefisienkan pengalamatan jaringan, dapat membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork, untuk mengatasi masalah perbedaan antara hardware dengan topologi fisik jaringan, untuk membuat lebih efisien alokasi Ip address, untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi terjadinya kongesti, dan untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik

REFRENSI
Bahan Ajar Jaringan Komputer.pdf
www.academia.edu/12163344/MAKALAH_JARINGAN_KOMPUTER_tentang_SUBNETTING
www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-subnetting/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laprak Minggu 1 : Perakitan Kabel UTP

Nama      :  Farrel Adrian Laksana No BP     : 2111082013 PERAKITAN KABEL UTP Dalam Pemasangan konektor ini, kita memerlukan beberapa alat dan bahan Yakni: Alat: Tang Crimping (Tang kabel LAN) Tester Kabel LAN Bahan: Kabel LAN Konektor RJ Pertama Yang Harus Saya lakukan yaitu Membuka jaket kabel LANnya dengan tang crimping yang sudah tersedia (Harus berhati-hati agar kabel Didalamnya Tidak terpotong). Didalam kabel LAN ini terdapat beberapa Warna yang harus diketahui. Yakni : Putih Orange Orange Putih Hijau Hijau Putih Biru Biru Putih Coklat Coklat     Pemasangan Kabel ini terbagi atas 2Type Yaitu Straight dan Cross. Ke dua Type ini masing masing mempunyai Fungsi yang berbeda.  - Type Straight  untuk Menghubungkan Perangkat yang berbeda. Contohnya : komputer dengan switch, komputer dengan HUB. -Type Cross  untuk Menghubungkan Perangkat yang sama. Contohnya : Komputer dengan Komputer, HUB dengan HUB, Switch dengan Switch. Dan un...

Modul 3 : PROTOKOL & TOPOLOGI JARINGAN

Nama     : Farrel Adrian Laksana No BP     : 2111082013 PROTOKOL & TOPOLOGI JARINGAN 1. Topologi Jarkom  Secara umum ada tiga macam topologi fisik yang sering digunakan dalam LAN, yaitu:      1.  Topologi Bus       2.  Topologi Ring (Cincin)       3.  Topologi Star (Bintang) A. Topologi Bus        Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhububng ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut...

Laprak Minggu 8 : Konfigurasi 2 Router Menggunakan Cisco Packet Tracer

Nama          : Farrel Adrian Laksana No BP         : 2111082013 Konfigurasi Dua Router Menggunakan Cisco Packet Tracer   1.TUJUAN Untuk mengetahui cara menkonfigurasi Jaringan LAN menggunakan Router dan Switch dengan menggunakan Cisco Packet Tracer. 2.TEORI SINGKAT Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain. Switch adalah salah satu komponen jaringan ...