Nama : Farrel Adrian Laksana
No Bp : 2111082013
No Bp : 2111082013
1. Pendahuluan
Di zaman modern saat ini kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi berkembang dengan pesat. Perkembangan ini sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan jaringan komputer yang menghubungkan user ke seluruh dunia yang lebih dikenal saat ini sebagai sistem jaringan atau International networking yang disingkat Internet.
Untuk Wireless Local Area Networking atau sistem jaringan komputer lokal nirkabel saat ini sudah menjadi sistem yang wajib dibangun oleh perkantoran modern untuk membantu kelancaran tugas-tugas komputerisasi dan komunikasi. Oleh karena itu maka kualitas sumber daya manusia dalam membangun suatu sistem jaringan menjadi sangat diperlukan.
Teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) menawarkan beragam kemudahan, kelebihan, kebebasan dan fleksibilitas yang tinggi. Teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) memiliki cukup banyak kelebihan dibandingkan teknologi kabel yang sudah ada, diantaranya kemudahan akses komunikasi data dan akses internet di posisi mana pun selama masih berada dalam jangkauan jaringan Wireless Local Area Network.
Selain menawarkan kemudahan dan kelebihan, dalam jaringan Wireless Local Area Network (WLAN), terdapat resiko keamanan yang lebih lemah dibandingkan dengan jaringan kabel karena medium udara dalam jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) tidak bisa dikontrol secara fisik. Hal ini membuat para penyerang atau penyusup (hacker) menjadi tertarik untuk melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal terhadap jaringan Wireless Local Area Network (WLAN). Penyerangan yang dilakukan oleh hacker sangat bervariasi, mulai dari Sniffing packet, packet injection, illegal authentication, sampai cracking WEP (Wired
Equivalent Privacy), dan Cracking WPA (Wifi Protected Acces) / WPA2.
Oleh karena itu, dibutuhkan konsep keamanan jaringan WLAN (Wireless Local Area Network), dalam hal ini menggunakan Acces point, untuk mengetahui metode – metode yang dilakukan oleh para hacker dalam melakukan penyerangan, dengan melakukan pembuktian terhadap ancaman dan serangan dalam jaringan Wireless Local Area Network. Hal ini diharapkan dapat mencari solusi bagi para pengguna (user) ataupun administrator untuk meningkatkan metode keamanan jaringan Wireless Local Area Network terutama yang menggunakan Acces Point.
2. Pengertian Wireless
Wireless merupakan suatu hubungan perangkat dengan menggunakan elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, perkembangan teknologi membawa teknologi wireless ini hampir ada di semua lini di kehidupan manusia. Menggunakan internet pun Anda tidak perlu terhubung dengan kabel modem ataupun kabel telepon, kini ketika Anda ada di suatu tempat yang terhubung dengan sinyal WiFi, Anda dapat berselancar di dunia lebih lama.
3. Sejarah Wireless
Di ujung akhir 1970 an, IBM merilis hasi dari percobaan mereka dalam pembuatan rancangan Wireless LAN dengan teknologi IR. Sementara itu, Hewlett-Packard (HP) menguji coba Wirelles LAN mereka dengan RF. Saat itu keduan perusahaan tersebut hanya bisa mencapai transfer rate data sebesar 100 Kbps.
Karena belum memenuhi standar IEEE802 untuk LAN yakni 1 Mbps, maka mereka belum berani menjualnya di pasaran. Barulah pada tahun 1985m, Federal Communication Comission atau disingkat dengan FCC menetapkan sebuah pita Industrial tanpa lisensi berupa Idustrial, Scientific dan Medical (ISM Band) dengan gelombang sebesar 902-928 MHz, 2400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz.
Pengembangan Wireless memasuki tahapan serius sebelum dikomersialkan. Hingga akhirnya pada tahun 1990 Wireless LAN dengan penggunaan Spread Spectrum (SS) pada pita ISM berhasil dipasarkan ke masyarakat. Waktu itu frekuensi wireless LAN hanya berkisar antara 18-19 GHz dan kecepatan data rate sekitar > 1 Mbps
Singkat cerita, pada tahun 2006, teknologi 802.11n mulai dikembangkan dengan penggabungan antara teknologi 802.11b dan 802.11g. Selanjutnya teknologi ini lebih dikenal dengan istilah Multiple Input Multiple Output atau disingkat dengan MIMO. MIMO merupakan teknologi Wi-Fi terbaru yang dibuar berdasarkan spesifikasi Pre-802.11m.
Kata “Pre” dalam Pre-802.11m memiliki sebuah arti “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO memberikan keunggukan berupa peningkatan troughput, peningkatan jumlah klien yang terkoneksi, serta daya tembus terhadap penghalang yang lebih baik.
4. Wired LAN vs Wireless LAN
Local area network (jaringan komputer lokal) memungkinkan terjadinya pertukaran data dan informasi melalui komputer, dengan menyediakan koneksi yang cepat dan andal. Jaringan komputer konvesional menggunakan media transmisi kabel, coaxial, twisted pair ataupun fiber optic untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pengkabelan ini selain hardware dan software, juga merupakan bagian yang besar dari biaya investasi instalasi sebuah jaringan komputer. Untuk jaringan yang ada pada kantor kantor besar, biaya pengkabelan ini dapat mencapai lebih dari 40% dari biaya total yang dibutuhkan. Masalah akan timbul apabila jaringan akan di konfigurasi ulang atau untuk kantor sementara seperti kantor konsultan. Untuk kasus pengkonfigurasian ulang jaringan, akan dibutuhkan biaya yang hampir sama dengan biaya instalasi LAN baru. Sedangkan pengkabelan LAN untuk kantor yang semantara hanya akan menghabiskan waktu dan uang.
Masalah ini ikut memacu dikembangkannya wireless LAN, mengingat karakteristik sistem wireless yang fleksibel untuk diimplementasikan dimana saja seperti perkantoran, industri, rumah sakit maupun perguruan tinggi. Disamping itu sistem wireless juga menawarkan berbagai aplikasi diantaranya aplikasi komunikasi antar terminal PC dan koneksi ke jaringan telepon misalnya wireless PABX. Dengan pertimbangan tersebut, wireless LAN dapat memberikan biaya instalasi yang lebih ekonomis, disamping sifatnya yang portabel.
Dalam mengimplementasikan indoor wireless LAN digunakan arsitektur seluler dimana gedung akan dibagi dalam beberapa cell dan setiap cell akan memiliki link wireless. Area cakupan wireless tergantung dari beberapa faktor seperti teknologi yang digunakan, lingkungan pengimplementasian, kecepatan data dll.
1. Teknologi
Pada prinsipnya pembangunan link wireless pada implementasi wireless LAN tidak hanya dapat dilakukan dengan teknologi frekuensi radio (RF) tetapi juga dapat menggunakan teknologi infra merah. Tetapi pada saat ini teknologi RF lebih banyak dikembangkan untuk kebutuhan sistem wireless. Teknologi RF sendiri terbagi dalam beberapa teknik akses, salah satu diantaranya yaitu teknik Multiple Akses yang paling sering digunakan para vendor sebagai teknik akses produk wireless mereka, yaitu teknik multiple access FDMA, TDMA dan CDMA.
2. Security jaringan
Security pada wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan dipotong atau ditap. Sedangkan pada wireless LAN, security akan hilang apabila data dikirimkan tanpa metoda perlindungan. Pencegahan performansi pada wireless data dapat dilakukan dengan menggunakan metode enkripsi atau dengan metode transmisi spread spektrum. Security juga dapat dilakukan dengan menggunakan identifikasi dan validasi terminal yang akan mengakses sistem. Tanpa pengontrolan security, akses-akses seperti jamming paket, airborne virus, tapping dll, dapat terjadi dan tidak dapat terdeteksi oleh layer terbawah dari OSI (physical dan data link).
3.Keandalan
Sebagai sistem baru, wireless LAN harus dapat menawarkan komunikasi yang andalsebagaimana wired LAN. Probabilitas error pada komunikasi LAN lebih kecil dari 10-9. Untuk itu wireless LAN harus dapat menjaga error rate pada level yang sama dengan wired LAN. Sistem wireless menggunakan S/N yang lebih rendah dari S/N pada kabel, dan dengan sistem seluler, error dan loss terjadi saat perpindahan cell. Pada komunikasi suara, error ini dapat diabaikan, tetapi tidak demikian pada komunikasi data. Apabila pada paket data terjadi error maka paket data harus dikirim ulang. Jika error rate pada wireless data dapat dijaga tetap rendah, performansi sistem akan bagus. Selanjutnya pengontrolan error rate dapat dilakukan oleh hardware.
5. Mode Akses WLAN
Bagaimana antar device (terminal) saling terhubung tanpa melalui kabel, nah inilah yang menentukan suatu jaringan WLAN dibentuk. Secara umum sistem Wireless LAN mempunyai dua konfigurasi, yaitu:
a. Mode Ad Hoc
Jaringan Ad Hoc terbentuk bila antara terminal (Notebook, Desktop atau PDA) yang telah dilengkapi Wireless LAN card saling tersambung tanpa melalu Access Point. Contoh dari jaringan ad hoc, adalah jaringan yang memiliki konfigurasi peer to peer. Untuk sebuah kantor yang tidak terlalu besar dan hanya terdiri atas satu lantai, maka konfigurasi peer to peer wireless akan cukup memadai. Peer to peer wireless LAN hanya mensyaratkan wireless nic di dalam setiap device yang terhubung ke jaringan.
Dengan konfigurasi peer to peer ini, sangat cocok digunakan dalam suatu pertemuan secara temporer. Jadi jika sewaktu waktu kita memerlukan adanya jaringan , dan hanya digunakan pada saat itu saja , kita tidak perlu repot - repot mengurusi kabel yang akan menghubungkan jaringan kita tersebut, dan membongkarnya kembali ketika kita sudah tidak memerlukannya lagi . Cukup gunakan portabel komputer anda masing-masing dengan wireless nic didalamnya, maka kita sudah saling terhubung.
Untuk Wireless Local Area Networking atau sistem jaringan komputer lokal nirkabel saat ini sudah menjadi sistem yang wajib dibangun oleh perkantoran modern untuk membantu kelancaran tugas-tugas komputerisasi dan komunikasi. Oleh karena itu maka kualitas sumber daya manusia dalam membangun suatu sistem jaringan menjadi sangat diperlukan.
Teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) menawarkan beragam kemudahan, kelebihan, kebebasan dan fleksibilitas yang tinggi. Teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) memiliki cukup banyak kelebihan dibandingkan teknologi kabel yang sudah ada, diantaranya kemudahan akses komunikasi data dan akses internet di posisi mana pun selama masih berada dalam jangkauan jaringan Wireless Local Area Network.
Selain menawarkan kemudahan dan kelebihan, dalam jaringan Wireless Local Area Network (WLAN), terdapat resiko keamanan yang lebih lemah dibandingkan dengan jaringan kabel karena medium udara dalam jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) tidak bisa dikontrol secara fisik. Hal ini membuat para penyerang atau penyusup (hacker) menjadi tertarik untuk melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal terhadap jaringan Wireless Local Area Network (WLAN). Penyerangan yang dilakukan oleh hacker sangat bervariasi, mulai dari Sniffing packet, packet injection, illegal authentication, sampai cracking WEP (Wired
Equivalent Privacy), dan Cracking WPA (Wifi Protected Acces) / WPA2.
Oleh karena itu, dibutuhkan konsep keamanan jaringan WLAN (Wireless Local Area Network), dalam hal ini menggunakan Acces point, untuk mengetahui metode – metode yang dilakukan oleh para hacker dalam melakukan penyerangan, dengan melakukan pembuktian terhadap ancaman dan serangan dalam jaringan Wireless Local Area Network. Hal ini diharapkan dapat mencari solusi bagi para pengguna (user) ataupun administrator untuk meningkatkan metode keamanan jaringan Wireless Local Area Network terutama yang menggunakan Acces Point.
2. Pengertian Wireless
Wireless merupakan suatu hubungan perangkat dengan menggunakan elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, perkembangan teknologi membawa teknologi wireless ini hampir ada di semua lini di kehidupan manusia. Menggunakan internet pun Anda tidak perlu terhubung dengan kabel modem ataupun kabel telepon, kini ketika Anda ada di suatu tempat yang terhubung dengan sinyal WiFi, Anda dapat berselancar di dunia lebih lama.
3. Sejarah Wireless
Di ujung akhir 1970 an, IBM merilis hasi dari percobaan mereka dalam pembuatan rancangan Wireless LAN dengan teknologi IR. Sementara itu, Hewlett-Packard (HP) menguji coba Wirelles LAN mereka dengan RF. Saat itu keduan perusahaan tersebut hanya bisa mencapai transfer rate data sebesar 100 Kbps.
Karena belum memenuhi standar IEEE802 untuk LAN yakni 1 Mbps, maka mereka belum berani menjualnya di pasaran. Barulah pada tahun 1985m, Federal Communication Comission atau disingkat dengan FCC menetapkan sebuah pita Industrial tanpa lisensi berupa Idustrial, Scientific dan Medical (ISM Band) dengan gelombang sebesar 902-928 MHz, 2400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz.
Pengembangan Wireless memasuki tahapan serius sebelum dikomersialkan. Hingga akhirnya pada tahun 1990 Wireless LAN dengan penggunaan Spread Spectrum (SS) pada pita ISM berhasil dipasarkan ke masyarakat. Waktu itu frekuensi wireless LAN hanya berkisar antara 18-19 GHz dan kecepatan data rate sekitar > 1 Mbps
Singkat cerita, pada tahun 2006, teknologi 802.11n mulai dikembangkan dengan penggabungan antara teknologi 802.11b dan 802.11g. Selanjutnya teknologi ini lebih dikenal dengan istilah Multiple Input Multiple Output atau disingkat dengan MIMO. MIMO merupakan teknologi Wi-Fi terbaru yang dibuar berdasarkan spesifikasi Pre-802.11m.
Kata “Pre” dalam Pre-802.11m memiliki sebuah arti “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO memberikan keunggukan berupa peningkatan troughput, peningkatan jumlah klien yang terkoneksi, serta daya tembus terhadap penghalang yang lebih baik.
4. Wired LAN vs Wireless LAN
Local area network (jaringan komputer lokal) memungkinkan terjadinya pertukaran data dan informasi melalui komputer, dengan menyediakan koneksi yang cepat dan andal. Jaringan komputer konvesional menggunakan media transmisi kabel, coaxial, twisted pair ataupun fiber optic untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pengkabelan ini selain hardware dan software, juga merupakan bagian yang besar dari biaya investasi instalasi sebuah jaringan komputer. Untuk jaringan yang ada pada kantor kantor besar, biaya pengkabelan ini dapat mencapai lebih dari 40% dari biaya total yang dibutuhkan. Masalah akan timbul apabila jaringan akan di konfigurasi ulang atau untuk kantor sementara seperti kantor konsultan. Untuk kasus pengkonfigurasian ulang jaringan, akan dibutuhkan biaya yang hampir sama dengan biaya instalasi LAN baru. Sedangkan pengkabelan LAN untuk kantor yang semantara hanya akan menghabiskan waktu dan uang.
Masalah ini ikut memacu dikembangkannya wireless LAN, mengingat karakteristik sistem wireless yang fleksibel untuk diimplementasikan dimana saja seperti perkantoran, industri, rumah sakit maupun perguruan tinggi. Disamping itu sistem wireless juga menawarkan berbagai aplikasi diantaranya aplikasi komunikasi antar terminal PC dan koneksi ke jaringan telepon misalnya wireless PABX. Dengan pertimbangan tersebut, wireless LAN dapat memberikan biaya instalasi yang lebih ekonomis, disamping sifatnya yang portabel.
Dalam mengimplementasikan indoor wireless LAN digunakan arsitektur seluler dimana gedung akan dibagi dalam beberapa cell dan setiap cell akan memiliki link wireless. Area cakupan wireless tergantung dari beberapa faktor seperti teknologi yang digunakan, lingkungan pengimplementasian, kecepatan data dll.
1. Teknologi
Pada prinsipnya pembangunan link wireless pada implementasi wireless LAN tidak hanya dapat dilakukan dengan teknologi frekuensi radio (RF) tetapi juga dapat menggunakan teknologi infra merah. Tetapi pada saat ini teknologi RF lebih banyak dikembangkan untuk kebutuhan sistem wireless. Teknologi RF sendiri terbagi dalam beberapa teknik akses, salah satu diantaranya yaitu teknik Multiple Akses yang paling sering digunakan para vendor sebagai teknik akses produk wireless mereka, yaitu teknik multiple access FDMA, TDMA dan CDMA.
2. Security jaringan
Security pada wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan dipotong atau ditap. Sedangkan pada wireless LAN, security akan hilang apabila data dikirimkan tanpa metoda perlindungan. Pencegahan performansi pada wireless data dapat dilakukan dengan menggunakan metode enkripsi atau dengan metode transmisi spread spektrum. Security juga dapat dilakukan dengan menggunakan identifikasi dan validasi terminal yang akan mengakses sistem. Tanpa pengontrolan security, akses-akses seperti jamming paket, airborne virus, tapping dll, dapat terjadi dan tidak dapat terdeteksi oleh layer terbawah dari OSI (physical dan data link).
3.Keandalan
Sebagai sistem baru, wireless LAN harus dapat menawarkan komunikasi yang andalsebagaimana wired LAN. Probabilitas error pada komunikasi LAN lebih kecil dari 10-9. Untuk itu wireless LAN harus dapat menjaga error rate pada level yang sama dengan wired LAN. Sistem wireless menggunakan S/N yang lebih rendah dari S/N pada kabel, dan dengan sistem seluler, error dan loss terjadi saat perpindahan cell. Pada komunikasi suara, error ini dapat diabaikan, tetapi tidak demikian pada komunikasi data. Apabila pada paket data terjadi error maka paket data harus dikirim ulang. Jika error rate pada wireless data dapat dijaga tetap rendah, performansi sistem akan bagus. Selanjutnya pengontrolan error rate dapat dilakukan oleh hardware.
5. Mode Akses WLAN
Bagaimana antar device (terminal) saling terhubung tanpa melalui kabel, nah inilah yang menentukan suatu jaringan WLAN dibentuk. Secara umum sistem Wireless LAN mempunyai dua konfigurasi, yaitu:
a. Mode Ad Hoc
Jaringan Ad Hoc terbentuk bila antara terminal (Notebook, Desktop atau PDA) yang telah dilengkapi Wireless LAN card saling tersambung tanpa melalu Access Point. Contoh dari jaringan ad hoc, adalah jaringan yang memiliki konfigurasi peer to peer. Untuk sebuah kantor yang tidak terlalu besar dan hanya terdiri atas satu lantai, maka konfigurasi peer to peer wireless akan cukup memadai. Peer to peer wireless LAN hanya mensyaratkan wireless nic di dalam setiap device yang terhubung ke jaringan.
Dengan konfigurasi peer to peer ini, sangat cocok digunakan dalam suatu pertemuan secara temporer. Jadi jika sewaktu waktu kita memerlukan adanya jaringan , dan hanya digunakan pada saat itu saja , kita tidak perlu repot - repot mengurusi kabel yang akan menghubungkan jaringan kita tersebut, dan membongkarnya kembali ketika kita sudah tidak memerlukannya lagi . Cukup gunakan portabel komputer anda masing-masing dengan wireless nic didalamnya, maka kita sudah saling terhubung.
b. Mode Infastruktur (Client Server)
Infrastruktur wireless LAN adalah sebuah konfigurasi jaringan dimana jaringan wireless tidak hanya berhubungan dengan sesama jaringan wireless saja. Akan tetapi , terhubung juga dengan jaringan wired. Agar jaringan wirelesss dapat berhubungan dengan jaringan wired , maka disini digunakan akses point.
Infrastruktur wireless LAN adalah sebuah konfigurasi jaringan dimana jaringan wireless tidak hanya berhubungan dengan sesama jaringan wireless saja. Akan tetapi , terhubung juga dengan jaringan wired. Agar jaringan wirelesss dapat berhubungan dengan jaringan wired , maka disini digunakan akses point.
Nama lain WLAN adalah WI-Fi (Wireless Fidelity). Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang paling banyak diminati. Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Hardware Wi-Fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
1. PCI
2. USB
3. PCMCIA
4. Compact Flash
6. Prinsip Kerja Wireless
Cara kerja wireless ini disebabkan karena komputer mempunyaii built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut dengan adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Yang pertama, mendeteksi apakah terdapat jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan juga tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap ada sinyal yang masuk. Setelah ada sinyal terdeteksi, untuk menghubungkannya yaitu melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirimkan dari komputer atau melalui laptop/notebook diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s & 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).
Konversi sinyal data digital kebentuk analog disebut dengan “modulasi”. Sinyal data digital ditumpangkan ke gelombang radio analog. Beberapa prinsip kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital akan lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang dipakai untuk modulasi menentukan kecepatan dari transfer data jaringan wireless. Lalu sinyal radio yang disalurkan biasanya mempunyai frekuensi lebih dari 2,4 GHz diterima oleh sebuah router wireless ataupun sebuah wireless adapter.
Cara kerja dari wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya saat menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan juga memodulasi kedalam bentuk analog. Lalu kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital lalu ditransfer kedalam komputer.
7. Penerapan Wireless Dalam Kehiupan sehari hari
1. Mensinkronisasi telepon Anda dengan PC tanpa USB
Pertama Wi-Fi bisa juga digunakan untuk sinkronisasi hp kita dengan laptop / komputer. Sehingga memudahkan kita untuk tidak report menggunakan kabel data ataupun kabel USB. Tapi masih harus menggunakan aplikasi-aplikasi tambahan dan masih terpaku pada beberapa jenis hp saja. Contohnya baru hp android dan iPhone saja yang bisa. Itupun untuk android haru ada penambahan aplikasi lagi seperti DoubleTwist.
2. Mengubah Smartphone menjadi remote control
Aplikasi remote memungkinkan iTunes dan Apple TV harus dikendalikan menggunakan iPhone, iPod touch, atau iPad melalui jaringan Wi-Fi. Anda dapat memilih playlist, lagu, dan album seolah-olah anda sedang duduk di depan komputer atau Apple TV. Gmote Android berubah menjadi remote control untuk komputer, memungkinkan bagi anda yang memang malas untuk langsung berinteraksi dengan PC/Laptop Anda. Tapi sekali lagi hanya bisa menggunakan HP yang sudah Support.
3. Mentransfer foto dari kamera digital
Kartu Eye-Fi adalah kartu memori tanpa nirkabel. Ini pada dasarnya adalah sama seperti kartu SDHC - tetapi dengan manfaat yang fantastis ketika kamera sedang dalam jangkauan jaringan tertentu, foto dan video akan tertransfer ke komputer/laptop .
4. Streaming film ke TV
Wi-fi memiliki potensi untuk menjadi hiburan masa depan rumah! Media server dapat streaming video melalui Wi-Fi untuk setiap HTPC lainnya, Xbox / Playstation-diaktifkan TV di rumah. Ada sejumlah sistem operasi, aplikasi, dan protokol untuk mendapatkan film secara nirkabel dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
5. Streaming audio ke speaker
Penggemar Apple memiliki pilihan terbaik untuk bermain musik mereka (pada speaker ada) di rumah mereka, sebagai Apple AirPort Express router adalah sedikit besar kit untuk streaming musik ke speaker.
6. Berguna sebagai router nirkabel
Sebuah aplikasi yang disebut PdaNet dapat mengubah iPhone atau android ke router Wi-Fi yang berguna untuk PC atau MAC. Jadi hp sebagai perantara kelaptop/komputer. Silahkan dicoba dulu sebelum digunakan. Karena menurut sumber terpercaya aplikasi ini Not Fully Recommended.
7. Share file dengan komputer lain
Penyedia penyimpanan file online - seperti Dropbox - memungkinkan foto, dokumen, dan video mana saja dan berbagi dengan mudah menggunakan jaringan Wi-Fi jika kedua pengguna memiliki account Dropbox. Ini merupakan metode (dan lebih aman) alternatif daripada menggunakan 'shared folder'.
8. Sharing Printer
Agar printer bisa dipakai secara bersama-sama maka syarat utamanya adalah printer tersebut harus tersambung ke jaringan, perkembangan terakhir dari teknologi printer bahwa perangkat printer sudah bisa terkoneksi langsung ke LAN dengan menggunakan kabel LAN dan juga menggunakan koneksi WiFi. Berbagi printer dengan koneksi Wifi tentunya tidak ada bedanya dengan berbagi printer saat menggunakan koneksi kabel, sama saja yang terpenting antara komputer dan printer harus terkoneksi terlebih dahulu.
9. Berbagi Koneksi Internet
Koneksi ke internet bisa juga dibagi ke semua anggota LAN dengan koneksi wifi. Membagi koneksi internet pada jaringan wifi tidak jauh berbeda dengan koneksi pada jaringan kabel. Pertama, harus ada sumber internet. Kedua, sumber internet harus memiliki koneksi ke jaringan wireless.
10. Game on line Via WiFi
Bermain sebuah game bersama-sama dengan beberapa anggota komputer yang terhubung ke LAN bisa juga dilakukan melalui jaringan wireless. Kekuatiran yang timbul adalah terkait dengan kapasitas bandwidth yang tidak mencukupi, namun teknologi wifi saat ini sudah cukup bisa untuk mengatasi problem wifi tersebut.
8. Keungulan Wireless
- Pembagunan jaringan yang cepat.
- Mudah dan murah untuk direlokasi.
- Biaya pemeliharaannya murah.
- Infrastruktur berdimensi kecil.
- Mudah untuk dikembangkan.
- Sumber-sumber file bisa pindahkan dengan mudah tanpa menggunakan media kabel.
- Mudah sekali untuk di-setup, dan juga handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor maupun di rumah.
- Keamanan atau kerahasiaan data data rentan.
- Interferensi gelombang radio.
- Delay (kelambatan) yang besar.
- Biaya peralatan rata-rata mahal.
- Produk dari produsen yang berbeda-beda kadang tidak kompatibel/cocok.
- Kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh keadaan udara maupun cuaca, artinya kualitas dari koneksinya saat cuaca bagus akan berbeda, saat kualitas koneksi cuaca buruk (kalau dipakai diluar gedung/ruangan) dan dipengaruhi juga oleh batas-batas dinding gedung atau ruangan.
- Mahal dalam investasinya, kalau dibanding dengan menggunakan media kabel.
- Kemungkinan penyadapan koneksinya lebih besar terjadi, jika dibandingkan dengan menggunakan media kabel.
10. Kesimpulan
Wireless LAN merupakan jaringan komputer lokal yang menggunakan media transfer data tanpa kabel. Sifat fleksibilitas dari karakteristik wireless menjadikan teknologi wireless sebagai salah satu teknologi utama yang diaplikasikan dalam jaringan telekomunikasi. Ada 2 mode akses WLAN yaitu Adhoc dan Infrastruktur. Wi- Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11 yaitu 802.11b, 802.11a, 802.11g dan 802.11n. Wifi 802.11g dan 802.11n paling laris digunakan.
Keungulan Wireless
- Pembagunan jaringan yang cepat.
- Mudah dan murah untuk direlokasi.
- Biaya pemeliharaannya murah.
- Infrastruktur berdimensi kecil.
- Mudah untuk dikembangkan.
- Sumber-sumber file bisa pindahkan dengan mudah tanpa menggunakan media kabel.
- Mudah sekali untuk di-setup, dan juga handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor maupun di rumah.
- Keamanan atau kerahasiaan data data rentan.
- Interferensi gelombang radio.
- Delay (kelambatan) yang besar.
- Biaya peralatan rata-rata mahal.
- Produk dari produsen yang berbeda-beda kadang tidak kompatibel/cocok.
- Kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh keadaan udara maupun cuaca, artinya kualitas dari koneksinya saat cuaca bagus akan berbeda, saat kualitas koneksi cuaca buruk (kalau dipakai diluar gedung/ruangan) dan dipengaruhi juga oleh batas-batas dinding gedung atau ruangan.
- Mahal dalam investasinya, kalau dibanding dengan menggunakan media kabel.
- Kemungkinan penyadapan koneksinya lebih besar terjadi, jika dibandingkan dengan menggunakan media kabel.
REFERENSI
Bahan Ajar Jaringan Komputer.pdf
www.gheavshare.com/2018/05/pengertian-dan-penerapan-wifi.html
gagastekno.com/pengertian-wireless-dan-penjelasan-cara-kerjanya/
blog.unnes.ac.id/srirahayu/2016/04/08/pengertian-wireless-dan-cara-kerjanya-lebih-lengkap/
blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/03/17/pembahasan-secara-lengkap-sejarah-dan-pengertian-wireless/
repository.bsi.ac.id/index.php/unduh/item/259879/File_10-BAB-I-Pendahuluan.pdf



Komentar
Posting Komentar