Langsung ke konten utama

Modul 5 : LAYER TCP/IP

 

Nama    : Farrel Adrian Laksana
No BP    : 2111082013

LAYER TCP/IP

1. Pendahuluan
     Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969.Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak.Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP.Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
     Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP..Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan.Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.


     TCP/IP adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer , TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila ingin terkoneksi ke Internet maka harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi

2. Pengembangan TCP/IP

     TCP/IP telah berkembang sedemikian rupa hingga sampai pada level yang seperti sekarang. Protokol TCP/IP telah di test, dimodifikasi dan di tingkatkan dari waktu- kewaktu. Protokol TCP/IP yang asli memiliki beberapa tujuan dalam mewujudkan sebuah jaringan komputer yang luas dan mudah dikembangkan, tujuan-tujuan itu diantaranya:
     1.  Independensi hardware: sebuah protokol yang dapat digunakan pada Machintosh, PC, Mainframe atau komputer jenis apapun.
     2.  Independensi software: sebuah protokol harus dapat digunakan oleh produsen dan aplikasi software yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan sebuah host pada suatu situs untuk berkomunikasi dengan host lain di situs yang lainnya tanpa memerlukan konfigurasi software yang sama
     3.  Rekoveri kesalahan dan penanganan error: sebuah protokol harus mampu memperbaiki                kesalahan secara otomatis atas drop atau hilangnya data. Protokol ini harus mampu mencegah/mengembalikan kehilangan/rusaknya data dari host manapun di bagian manapun dari jaringan serta pada point manapun dari pengiriman suatu data.
     4.  Protokol yang efisien dengan atribut yang minimal (tidak terlalu banyak tambahan atribut)
     5.  Kemampuan untuk menambah koneksi tanpa menggangu servis dalam jaringan.
     6.  Routable data: sebuah protokol harus mampu mencari jalan untuk menyampaikan data sehingga data tersebut dapat sampai ketujuan.TCP/IP telah dikembangkan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan ini.


3. Layer TCP/IP
     Paket protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI di publikasikan, karenanya TCP/IP tidak menggunakan model OSI sebagai rujukan. Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer sebagaimana terlihat pada gambar 4 yaitu :
Picture
Gambar 1. Model TCP/IP
     3.1.Applictaion
           Aplication layer adalah bagian dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses,              aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses.    Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internet browser atau yang      lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer berinteraksi dengan word                      processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya, contoh aplikasi populer yang                       bekerja       pada layer ini misalnya FTP dan HTTP.

     Pada tahap yang satu ini, aplikasi yang anda jalankan mempengaruhi jenis protokol lanjutan yang akan digunakan. Misalnya jika anda membuka sebuah web browser, maka komputer akan secara otomatis menjalankan protokol HTTP. Lain halnya jika anda ingin mengirim file, maka protokol yang akan digunakan adalah FTP atau File Transfer Protocol.

 Yang bekerja pada layer ini yaitu aplikasi:
      1. Network Terminal Protocol (TELNET), yang menyediakan remote login dalam jaringan.
      2. File Transfer Protocol (FTP), digunakan untuk file transfer.
      3. Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), dugunakan untuk mengirimkan e-mail (electronic mail).
      4. Domain Name Service (DNS), untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
      5. Routing Information Protocol (RIP), protokol routing.
      6. Open Shortest Path First (OSPF), protokol routing.
      7. Network File System (NFS) untuk berbagi/ sharing file dalam suatu jaringan terhadap berbagai host.

      8. Hyper Text Transfer Protokol (HTTP), protokol yang digunakan untuk web browsing.

     3.2.Transport
           Transport layer menentukan bagaimana host pengirim dan host penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP (Transport Control Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas; membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.

     3.3.Internet
           Internet layer dari model TCP/IP berada diantara network interface layer dan transport layer. Internet layer berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan routing paket. Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
       ​-  Internet Protokol (IP), 
protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP


       -  Address Resolution Protokol (ARP),  
sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mengetahui alamat hardware dan juga  digunakan untuk mengetahui Mac Adress dari suatu perangkat.


       -  Internet Control Message Protokol (ICMP),
adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.


       -  Internet Group Message Protokol (IGMP)
adalah salah satu protokol jaringan dalam kumpulan protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) yang bekerja pada lapisan jaringan yang digunakan untuk menginformasikan router-router IP tentang keberadaan group-group jaringan multicast.

     3.4.Network Interface
           Layer terbawah dari model TCP/IP adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama dari layer ini adalah menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.Fungsi network acces layer yaitu menyediakan media bagi sistem untuk mengirimkan data ke device lain yang terkoneksi secara langsung

           Pada lapisan terakhir protokol TCP/IP, memiliki kontak langsung dengan hardware komputer. Dengan transmisi khusus, komputer memiliki kemmapuan untuk mengirimkan paket data pada lapisan Network melalui media kabel tembaga (fiber optic) ataupun secara nirkabel (wireless).

Dalam layer ini terdapat protokol-protokol seperti Frame Relay, PPP pada WAN, ethernet pada LAN.

4. Perbandingan model OSI dan TCP/IP
​     Selain referensi model arsitektur protokol OSI, ada model arsitektur protokol yang umum digunakan yaitu TCP/IP (Transfer Control Protokol/Internet Protocol). Arsitektur TCP/IP lebih sederhana dari pada tumpukan protokol OSI, yaitu berjumlah 4 lapisan protokol. Jika diperhatikan pada Gambar5-2 Perbandingan TCP/IP dan OSI, ada beberapa lapisan pada model OSI yang dijadikan satu pada arsitektur TCP/IP. Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP.
Picture
Gambar 2. 2 Perbandingan Model OSI dan TCP/IP
Perbandingan OSI Layer dan TCP/IP

​     1.  OSI layer memiliki 7 layer, sedangkan TCP/IP memiliki 4 layer.
​     2.  OSI Layer merupakan protokol independen, sedangkan TCP/IP merupakan protokol suite.
​     3.  Standart OSI Layer tidak digunakan secara cuma-cuma, sedangkan TCP/IP semua standart yang digunakan dapat diperoleh secara cuma-cuma pada jaringan.
​     4.  Perkembangan OSI Layer tersendat yang tidak seperti TCP/IP.
​     5.  TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringan komputer tidak seperti OSI Layer.
​     6.  OSI Layer mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCP/IP mengembangkan setelah diimplementasikan.
​     7.  OSI layer mengombinasikan session layer kedalam aplication layer, sedangkan TCP/IP mengombinasikan presentation.
​     8.  OSI layer mengombinasikan physical layer kedalam satu layer, sedangkan TCP/IP mengombinasikan data link.
​     9.  TCP/IP lebih sederhana dengan memiliki 4 Layer.
​     10.  TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya.

5. Protokol TCP dan UDP
​     TCP adalah protokol yang paling umum digunakan di internet karena dianggap lebih baik. TCP sering berkaitan erat dengan protokol TCP/IP karena bekerja sama dalam komunikasi data.
TCP/IP adalah perangkat lunak jaringan komputer yang ada dalam sistem dan biasa digunakan untuk komunikasi data di dalam internet dan LAN yang tersambung dengan internet. Lalu, apa perbedaan TCP dan IP? Secara singkat, TCP adalah inti yang beroperasi pada tingkat yang relatif lebih tinggi sedangkan IP beroperasi pada level yang lebih rendah. Berikut cara kerja TCP untuk mengirim data Anda:


1. TCP memberikan setiap paket data nomor urut dan tanda pengenal yang unik. Sehingga penerima dapat mengidentifikasi paket yang sedang diterima dan yang akan datang berikutnya.
2. Setelah paket diterima sesuai dengan nomor urut yang benar, penerima akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengirim.
3. Sekarang, pengirim dapat mengirimkan paket lainnya.
4. Apabila paket hilang atau dikirim dengan urutan yang salah, penerima tidak akan mengirimkan pemberitahuan agar paket data dikirim ulang.



Picture
     Karena data dikirim secara berurutan, maka aliran dapat dikontrol, mencegah data yang macet, dan mempermudah dalam menemukan dan memperbaiki kesalahan. Ini juga berarti data yang dikirim melalui TCP lebih mungkin untuk diterima secara penuh. Sisi negatifnya, terdapat banyak komunikasi dua arah antara kedua pihak sehingga butuh waktu yang lebih lama dalam menjalin koneksi dan bertukar data.

     Sedangkan UDP menyelesaikan pekerjaan yang sama tanpa membutuhkan tanda pengenal atau nomor urut. UDP mengirimkan data dalam aliran dan hanya memeriksa jumlah untuk memastikan bahwa data diterima tanpa kerusakan. UDP hampir tidak mengoreksi kesalahan pengiriman dan tidak peduli apabila paket hilang. Hal ini membuat UDP rentan terhadap kesalahan. Namun positifnya, UDP mengirimkan data jauh lebih cepat ketimbang TCP.
Picture
6. Karakteristik TCP
TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:

     1.  Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua           proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).

     2 Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni           jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP    sequence    number)    dari     data     yang     ditransmisikan     dan sebuah acknowledgment dari data   yang masuk.

     3.  Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah      nomor   urut   paket   dan   akan   mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan                ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.

     4.  Byte stream: TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya,hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia pahami.

     5.  Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima.

     6.  Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model)

     7.  Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many. TCP umumnya digunakan ketika protokol lapisan aplikasi membutuhkan layanan transfer data yang bersifat andal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan   aplikasi   tersebut.   Contoh   dari   protokol   yang   menggunakan    TCP adalah HTTP dan FTP

7. 3 way Handshake

     Proses pembuatan koneksi TCP disebut juga dengan "Three-way Handshake". Tujuan metode ini adalah agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor urut dan nomor acknowledgement yang dikirimkan oleh kedua pihak dan saling bertukar ukuran TCP Window.
Picture
Gambar 3. 3 way handshake TCP

Prosesnya dapat dijelaskan dari gambar 5-3 sebagai berikut:

     1.  
Host pertama (yang ingin membuat koneksi) akan mengirimkan sebuah segmen TCP dengan flag SYN diaktifkan kepada host kedua (yang hendak diajak untuk berkomunikasi).
     2.  Host kedua     akan     meresponsnya     dengan     mengirimkan     segmen dengan acknowledgment dan juga SYN kepada host pertama.
     3 .  Host pertama selanjutnya akan mulai saling bertukar data dengan host kedua. 
TCP menggunakan proses jabat tangan yang sama untuk mengakhiri koneksi yang dibuat. Hal ini menjamin dua host yang sedang terkoneksi tersebut telah menyelesaikan proses transmisi data dan semua data yang ditransmisikan telah diterima dengan baik. Itulah sebabnya, mengapa TCP disebut dengan koneksi yang reliable.


8. Keuntungan model TCP/IP


     1.  Open Protocol Standars tersedia secara luas, independen terhadap perangkat keras komputer, sistem operasi, dan lainlain. Ideal untuk menyatukan mesin- mesin dengan perangkat keras dan lunak yang berbeda, walaupun tidak terhubung ke Internet.
     2.  Tidak tergantung pada perangkat keras jaringan tertentu, sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam-macam network, misalnya Ethernet, Token ring, dial-up line, X-25 net, dan lain-lain.
     3.  Cara pengalamatan bersama ; memungkinkan perangkat TCP/IP mengidentifikasikan secara unik perangkat yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan world wide internet.
     4.  Protokol level tinggi yang distandarkan untuk konsistensi ; sehingga menyediakan layanan yang luas

9. Kesimpulan 
TCP/IP menjadi sangat populer karena jika ingin terkoneksi ke Internet harus menggunakan protokol TCP/IP.TCP/IP adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar computer Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer yaitu:

     1.  Application
     2.  Transport
     3.  Internet
     4.  Network InterfaceWalaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP.
2 buah protokol yang terkenal yaitu TCP dan UDP. TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi.


REFERENSI
Buku Ajar Jaringan Komputer.pdf
qwords.com/blog/pengertian-jaringan-tcp-ip/
blog.unnes.ac.id/atikaisma/2016/03/16/sejarah-perkembangan-tcpip/
id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Internet
www.temukanpengertian.com/2013/06/pengertian-tcpip.html
https://www.nesabamedia.com/apa-itu-arp/
id.wikipedia.org/wiki/Internet_Control_Message_Protocol
nguprek.com/perbandingan-model-osi-layer-dan-tcp-ip/
nordvpn.com/id/blog/perbedaan-udp-dan-tcp/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laprak Minggu 1 : Perakitan Kabel UTP

Nama      :  Farrel Adrian Laksana No BP     : 2111082013 PERAKITAN KABEL UTP Dalam Pemasangan konektor ini, kita memerlukan beberapa alat dan bahan Yakni: Alat: Tang Crimping (Tang kabel LAN) Tester Kabel LAN Bahan: Kabel LAN Konektor RJ Pertama Yang Harus Saya lakukan yaitu Membuka jaket kabel LANnya dengan tang crimping yang sudah tersedia (Harus berhati-hati agar kabel Didalamnya Tidak terpotong). Didalam kabel LAN ini terdapat beberapa Warna yang harus diketahui. Yakni : Putih Orange Orange Putih Hijau Hijau Putih Biru Biru Putih Coklat Coklat     Pemasangan Kabel ini terbagi atas 2Type Yaitu Straight dan Cross. Ke dua Type ini masing masing mempunyai Fungsi yang berbeda.  - Type Straight  untuk Menghubungkan Perangkat yang berbeda. Contohnya : komputer dengan switch, komputer dengan HUB. -Type Cross  untuk Menghubungkan Perangkat yang sama. Contohnya : Komputer dengan Komputer, HUB dengan HUB, Switch dengan Switch. Dan un...

Modul 3 : PROTOKOL & TOPOLOGI JARINGAN

Nama     : Farrel Adrian Laksana No BP     : 2111082013 PROTOKOL & TOPOLOGI JARINGAN 1. Topologi Jarkom  Secara umum ada tiga macam topologi fisik yang sering digunakan dalam LAN, yaitu:      1.  Topologi Bus       2.  Topologi Ring (Cincin)       3.  Topologi Star (Bintang) A. Topologi Bus        Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhububng ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut...

Laprak Minggu 8 : Konfigurasi 2 Router Menggunakan Cisco Packet Tracer

Nama          : Farrel Adrian Laksana No BP         : 2111082013 Konfigurasi Dua Router Menggunakan Cisco Packet Tracer   1.TUJUAN Untuk mengetahui cara menkonfigurasi Jaringan LAN menggunakan Router dan Switch dengan menggunakan Cisco Packet Tracer. 2.TEORI SINGKAT Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain. Switch adalah salah satu komponen jaringan ...