Nama : Farrel Adrian Laksana
No BP : 2111082013
No BP : 2111082013
PHERIPERAL JARINGAN KOMPUTER
1. Media Transmisi
Modul ini menjelaskan tentang berbagai jenis perangkat yang biasa di gunakan untuk membangun jaringan komputer mulai dari kabel, perangkat penghubung setiap komputer atau device, dan sebagainya.
A. Kabel
Kabel jaringan adalah kabel yang menghubungkan antara komputer dengan komputer atau perangkat / device dalam jaringan komputer. Di dalam jaringan LAN, kita biasa menggunakan jenis Kabel UTP sehingga orang kebanyakan mengidentikkan kabel UTP sebagai kabel jaringan. Padahal masih banyak jenis kabel lagi yang biasa di gunakan di jaringan sebagai contoh Fiber optik dan Coaxial. Berikut akan dijelaskan beberapa jenis kabel yang biasa digunakan dalam jaringan komputer baik dalam skala jaringan yang kecil seperti LAN maupun jaringan yang lebih kompleks.
1 Kabel UTP/STP
Kabel UTP adalah jenis kabel jaringan yang memiliki inti terbuat dari bahan penghantar tembaga. Setiap inti memiliki isolasi dari bahan plastik dan saling terbungkus untuk melindungi inti dari api atau kerusakan fisik. Kabel UTP terdiri dari empat pasang inti kabel yang saling terbelit. Masing-masing kabel memiliki kode warna berbeda. Kabel UTP tidak memiliki pelindung interferensi elektromagnetik. Fungsi kabel UTP yang paling banyak digunakan adalah pada kabel jaringan LAN (Local Area Network).
Kabel STP memiliki fungsi yang sama seperti kabel UTP. Kabel STP juga terdiri dari empat pasang kabel yang terbuat dari bahan tembaga dan dilindungi isolator dari plastik. Keempat pasang kabel tersebut sudah dilindungi oleh lapisan alumunium foil untuk mencegah gangguan interferensi elektromagnetik. Kabel STP lebih ditujukan untuk media transmisi yang terarah untuk memindahkan data. Pada awalnya, kabel STP sebagai kabel telepon dan beberapa instalasi bisnis, seperti TV dan radio. Namun, saat ini kabel STP juga mulai digunakan untuk transmisi data sejak dipakai pertama kali dalam jaringan Token Ring IBM.
Perbedaan nya hanya ada pada Isolator yang menyelimuti kabel tersebut. Pada kabel jenis UTP isolator nya sedikit lebih tipis dan tidak punya jaket atau shielded untuk membungkus kabel.Kebanyakan kabel jenis UTP digunakan pada instalasi jaringan LAN dalam ruangan. Untuk jumlah kabel nya sendiri persis sama dengan tipe STP yaitu 8 kabel dengan warna yang berbeda, yang membedakan hanya pada ukuran kabel yang lebih besar. Jadi tidak heran penggunaan kabel STP sendiri kebanyakan di pakai di luar ruangan.
Kabel UTP juga memiliki beberapa Tipe atau kategori
1. Kategori 1
Transmisi suara analog, Biasanya digunakan diperangkat telephone pada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk menghubungkan modem dengan line telephone
2. Kategori 2
Transmisi suara hingga 4 Mbps, sering digunakan pada topologi Token Ring
3. Kategori 3
Transmisi data hingga 10 Mbps, sering digunakan pada topologi TokenRing atau 10BaseT
4. Kategori 4
Transmisi data hingga 16 Mbps, sering digunakan pada topologi Token Ring
5. Kategori 5
Transmisi data hingga 100 Mbps, sering digunakan pada topologi Star dan Tree.Teknologi yang disupport ethernet 16 Mbps,Fast Ethernet 100Mbps,Tokenring 16 Mbps. Pengembangan nya Enhanced Category (Cat5E). Jarak 100 M
6. Kategori 6
Transmisi data hingga 2,5 Gbps, Jarak bisa sampai 200 M
7. Kategori 7
Transmisi data hingga 10 Gbps
Acuan instalasi kabel merujuk pada standar EIA/TIA T568A dan T568B. Susunan warna untuk standar tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.
Modul ini menjelaskan tentang berbagai jenis perangkat yang biasa di gunakan untuk membangun jaringan komputer mulai dari kabel, perangkat penghubung setiap komputer atau device, dan sebagainya.
A. Kabel
Kabel jaringan adalah kabel yang menghubungkan antara komputer dengan komputer atau perangkat / device dalam jaringan komputer. Di dalam jaringan LAN, kita biasa menggunakan jenis Kabel UTP sehingga orang kebanyakan mengidentikkan kabel UTP sebagai kabel jaringan. Padahal masih banyak jenis kabel lagi yang biasa di gunakan di jaringan sebagai contoh Fiber optik dan Coaxial. Berikut akan dijelaskan beberapa jenis kabel yang biasa digunakan dalam jaringan komputer baik dalam skala jaringan yang kecil seperti LAN maupun jaringan yang lebih kompleks.
1 Kabel UTP/STP
Kabel UTP adalah jenis kabel jaringan yang memiliki inti terbuat dari bahan penghantar tembaga. Setiap inti memiliki isolasi dari bahan plastik dan saling terbungkus untuk melindungi inti dari api atau kerusakan fisik. Kabel UTP terdiri dari empat pasang inti kabel yang saling terbelit. Masing-masing kabel memiliki kode warna berbeda. Kabel UTP tidak memiliki pelindung interferensi elektromagnetik. Fungsi kabel UTP yang paling banyak digunakan adalah pada kabel jaringan LAN (Local Area Network).
Kabel STP memiliki fungsi yang sama seperti kabel UTP. Kabel STP juga terdiri dari empat pasang kabel yang terbuat dari bahan tembaga dan dilindungi isolator dari plastik. Keempat pasang kabel tersebut sudah dilindungi oleh lapisan alumunium foil untuk mencegah gangguan interferensi elektromagnetik. Kabel STP lebih ditujukan untuk media transmisi yang terarah untuk memindahkan data. Pada awalnya, kabel STP sebagai kabel telepon dan beberapa instalasi bisnis, seperti TV dan radio. Namun, saat ini kabel STP juga mulai digunakan untuk transmisi data sejak dipakai pertama kali dalam jaringan Token Ring IBM.
Perbedaan nya hanya ada pada Isolator yang menyelimuti kabel tersebut. Pada kabel jenis UTP isolator nya sedikit lebih tipis dan tidak punya jaket atau shielded untuk membungkus kabel.Kebanyakan kabel jenis UTP digunakan pada instalasi jaringan LAN dalam ruangan. Untuk jumlah kabel nya sendiri persis sama dengan tipe STP yaitu 8 kabel dengan warna yang berbeda, yang membedakan hanya pada ukuran kabel yang lebih besar. Jadi tidak heran penggunaan kabel STP sendiri kebanyakan di pakai di luar ruangan.
Kabel UTP juga memiliki beberapa Tipe atau kategori
1. Kategori 1
Transmisi suara analog, Biasanya digunakan diperangkat telephone pada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk menghubungkan modem dengan line telephone
2. Kategori 2
Transmisi suara hingga 4 Mbps, sering digunakan pada topologi Token Ring
3. Kategori 3
Transmisi data hingga 10 Mbps, sering digunakan pada topologi TokenRing atau 10BaseT
4. Kategori 4
Transmisi data hingga 16 Mbps, sering digunakan pada topologi Token Ring
5. Kategori 5
Transmisi data hingga 100 Mbps, sering digunakan pada topologi Star dan Tree.Teknologi yang disupport ethernet 16 Mbps,Fast Ethernet 100Mbps,Tokenring 16 Mbps. Pengembangan nya Enhanced Category (Cat5E). Jarak 100 M
6. Kategori 6
Transmisi data hingga 2,5 Gbps, Jarak bisa sampai 200 M
7. Kategori 7
Transmisi data hingga 10 Gbps
Acuan instalasi kabel merujuk pada standar EIA/TIA T568A dan T568B. Susunan warna untuk standar tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.
Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan LAN dan satu jenis pemasangan khusus untuk perangkat Cisco Router sebagai berikut
1. Straight Through
1) Menyambungkan komputer ke port normal sakelar/hub.
2) Menyambungkan komputer ke port LAN modem kabel / DSL.
3) Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem kabel / DSL.
4) Menghubungkan port LAN router ke port uplink switch/hub (biasanya digunakan untuk memperluas jaringan)
5) Menyambungkan 2 sakelar/hub dengan salah satu sakelar/hub menggunakan port uplink dan yang satunya menggunakan port normal.
Alasan kenapa dikatakan kabel Straight atau kabel lurus karena kedua sisi (sisi A dan sisi B) kabel memiliki susunan kawat dengan warna yang sama/lurus. Perhatikan gambar susunan kabel UTP tipe Straight dibawah
1. Straight Through
1) Menyambungkan komputer ke port normal sakelar/hub.
2) Menyambungkan komputer ke port LAN modem kabel / DSL.
3) Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem kabel / DSL.
4) Menghubungkan port LAN router ke port uplink switch/hub (biasanya digunakan untuk memperluas jaringan)
5) Menyambungkan 2 sakelar/hub dengan salah satu sakelar/hub menggunakan port uplink dan yang satunya menggunakan port normal.
Alasan kenapa dikatakan kabel Straight atau kabel lurus karena kedua sisi (sisi A dan sisi B) kabel memiliki susunan kawat dengan warna yang sama/lurus. Perhatikan gambar susunan kabel UTP tipe Straight dibawah
Fungsi Warna Kabel Straight
2. Cross Over
Berbeda dengan tipe Straigh Through, pemamfaatan kabel tipe Cross Over ini digunakan untuk menyambungkan antara perangkat (device) yang sejenis misalnya komputer dengan komputer atau switch dengan switch.Kebutuhan Cross over sendiri biasa digunakan untuk memperluas jaringan LAN dan membentuk jaringan Peer to Peer.
Untuk pemasangan kabel UTP tipe crossover maka perlu berhati-hati mengingat kedua sisi (sisi A dan sisi B) kabel memiliki susunan kawat dengan urutan warna yang berbeda. Perhatikan gambar susunan kabel UTP tipe Crossover dibawah
- Putih Orange : Kabel Putih Orange berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Orange : Kabel Orange berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Putih Hijau : Kabel Putih Hijau berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Biru : Kabel Biru berfungsi sebagai media penghantar paket suara
- Putih Biru : Kabel Putih biru berfungsi sebagai media penghantar paket suara
- Hijau : Kabel Putih Orange berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Putih Coklat : Kabel Putih Cokelat berfungsi sebagai media penghantar tegangan DC
- Coklat : Kabel Cokelat berfungsi sebagai media penghantar tegangan DC
2. Cross Over
Berbeda dengan tipe Straigh Through, pemamfaatan kabel tipe Cross Over ini digunakan untuk menyambungkan antara perangkat (device) yang sejenis misalnya komputer dengan komputer atau switch dengan switch.Kebutuhan Cross over sendiri biasa digunakan untuk memperluas jaringan LAN dan membentuk jaringan Peer to Peer.
Untuk pemasangan kabel UTP tipe crossover maka perlu berhati-hati mengingat kedua sisi (sisi A dan sisi B) kabel memiliki susunan kawat dengan urutan warna yang berbeda. Perhatikan gambar susunan kabel UTP tipe Crossover dibawah
Fungsi Warna Kabel Cross
3. Roll Over
Tipe Roll Over digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat Cisco Router dengan menggunakan Komputer .Kabel Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB- 25 atau DB-9 Adapter sebelum ke terminal (PC).
Pemasangan kabel UTP membutuhkan alat dan bahan seperti krimping tool, Konektor RJ 45, dan LAN Tester. Langkah-langkah pemasangan kabel UTP :
1. Kupas kulit kabel UTP kira-kira sepanjang 1,5 cm dengan menggunakan crimping tool urai kabel-kabel yang ada di dalamnya.
2. Susun urutan warna sesuai dengan tipe pemasangan jaringan.
3. Ratakan ujung kabel dengan memangkas ujungnya menggunakan crimping tool agar. (Pada saat akan memotong ujungnya kabel tetap harus tersusun rapi sesuai dengan urutan).
4. Dengan tetap memperhatikan kerapian kabel yang telah disususn, masukkan kabel UTP pada konektor RJ 45 hingga ujung kabel terlihat pada ujung konektor,Setelah itu kunci konektor dengan menggunakan crimping tool.
5. Tes kabel UTP dengan menggunakan LAN tester.
2 Kabel Coaxial
Kabel Coaxial dalam jaringan komputer berfungsi untuk menghubungkan perangkat-perangkat didalam jaringan komputer, misalnya untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya. Kabel ini tidak digunakan dalam topologi star karena jaringan dengan topologi star biasanya menggunakan kabel UTP untuk media transmisinya.
Kabel Coaxial biasanya diguanakan pada topologi jaringan bus yang tutik percabangannya menggunakan TConector dan menggunakan konektor BNC untuk koneksi tiap node nya
Karakteristik Kabel Coaxial :
Kabel Koaksial terbagi menjadi dua jenis tipe yang biasa digunakan pada jaringan komputer, yaitu
1. Thick Coax (memiliki diameter cukup besar)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 -10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuma disebut sebagai yellow cable karena warnanya yang kuning.
Kabel Coaxial ini jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
1. Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50 ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
2. Maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan (attached devices, seperti repeater) atau berupa populated segments (seperti bridge).
3. Setiap kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal (external transceiver).
4. Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter) dan setiap segment harus diberi ground.
5. Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
6. Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
7. Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (sekitar 500m).
8. Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters
2. Thin Coax (memiliki diameter lebih kecil)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan RG-8 atau RG-59 dengan impedansi 75 ohm. Jenis kabel untuk televisi juga termasuk jenis coaxial dengan impedansi 75 ohm.
Namun untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipergunakan adalah (RG- 58) yang telah memenuhi standar IEEE 802.3 -10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan T-connector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :
1. Pada topologi bus, setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
2. Panjang maksimal kabel adalah 606.8 feet (185 meter) per segment.
3. Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
4. Kartu jaringan sudah menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
5. Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment) dengan pengubung repeater 185 x 3 = 555 meter.
6. Setiap segment sebaiknya dilengkapi 1 ground.
7. Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
3 Kabel Fiber Optik
jenis kabel yang berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan mengalirkannya dari satu ke titik yang lain. Bahan utama dari kabel jenis Fiber Optik ini adalah dari serat kaca dan plastik yang sangat halus, bahkan lebih halus dari sehelai rambut manusia. Beda halnya dari kabel lain yang memakai bahan dari tembaga.
Terdapat 2 jenis mode transmisi yakni Single Mode yang memanfaatkan sinar laser sebagai media transmisinya dan Multi Mode yang menggunakan media LED. Biasanya jenis kabel Fiber Optik ini lebih sering dipakai pada suatu instalasi jaringan dengan kelas menengah hingga atas.
Kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal, sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya yang tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau kabel UTP. Karakteristik dari kabel ini tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas
Kemampuan Kabel Serat Optik(FO)
Fiber optik menunjukkan kualitas tinggi untuk berbagai macam aplikasi, hal ini di sebabkan :
1. Dapat mentransmisi bit rate yg tinggi,
2. Tidak sensitif pada gangguan elektromagnetik
3. Memiliki Bit Error Rate (kesalahan) kecil
4. Reliabilitas lebih baik dari kabel koaksial
Kondisi & tempat pemasangan FO
1 Di wilayah kota, terdapat banyak lekukan dan saluran yang biasanya dipenuhi oleh kabel lain, sehingga pemasangan infrastruktur baru selalu dibuat dalam jumlah kecil, sehingga radius belokan fiber dan kabel diusahakan tetap kecil.
2. Kabel terpasang dalam bermacam-macam kondisi, seperti: di luar, dibawah tanah, di udara, dalam ruangan. Konsekuensinya banyak kondisi termal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima.
3. Hindari kondisi banyaknya penyambungan, sehingga tidak memerlukan teknisi yang terlatih dan persiapan yang mudah.
4. Jangan sampai terjadi banyak tekukan & kebocoran jacket pelindung yang bisa menyebabkan kebocoran Cahaya
5. Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih rendah
Tanpa Kabel
Komunikasi tanpa kabel (wireless) telah menjadi gaya hidup masyarakat informasi. Beberapa wujudnya yang sederhana telah cukup lama dikenal masyarakat Bumi. Kini mereka hadir kembali disekitar kita dalam bentuk yang kian beragam dan cerdas. Mulai dari pager dua arah, telepon genggam digital, hingga sampai wireless LAN.
Sifat fleksibilitas dari karakteristik wireless menjadikan teknologi wireless sebagai salah satu teknologi utama yang diaplikasikan dalam jaringan telekomunikasi. Komunikasi lokal wireless memiliki perkembangan tercepat dan tumbuh sebagai sektor yang sangat penting dalam industri telekomunikasi. Salah satu aplikasi pengembangan wireless untuk komunikasi data adalah wireless LAN.
Wireless LAN merupakan jaringan komputer lokal yang menggunakan media transfer data tanpa kabel. Wireless LAN ini sama halnya seperti ethernet tanpa kabel dimana user berhubungan dengan server melalui modem radio. Salah satu satu bentuk modem radio adalah PC Card yang digunakan untuk laptop. Kecepatan komunikasi wireless LAN ini dapat mencapai 3 MBps.
B. Periperal jarkom
1 Ethernet Card
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Kecepatan Ethernet waktu itu hanya 3 Mbps dan dikenali sebagai Experimental Ethernet. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat ini yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps –100 Mbps yang biasa disebut seri 10Base / 100Base.
Pada metoda CSMA/CD, sebuah host kompiuter yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host kompiuter lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host kompiuter tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Teknik ini disebut dengan backoff algorithm Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain. Setiap Ethernet card mempunyai alamat sepanjang 48 bit yang dikenal sebagai Ethernet address (MAC Address).
Alamat tersebut telah ditanam ke dalam setiap rangkaian kartu jaringan (NIC) yang dikenali sebagai Media Access Control‘ (MAC) atau lebih dikenali dengan istilah
hardware address‘. 24 bit atau 3 byte awal merupakan kode yang telah ditentukan oleh IEEE.
Fungsi dari ethernet card yang paling utama adalah untuk membantu membangun suatu jaringan LAN. Jaringan lan melalui kabel standar DSL, bisa terbentuk dengan baik apabila menggunakan Ethernet Card. Dengan adanya ethernet card ini, maka setiap komputer akan terhubung satu sama lain. Dan dengan implementasi dari LAN yang dibangun oleh ethernet card ini, juga ditambah dengan penggunaan perangkat keras jaringan komputer, seperti Fungsi Hub dan juga Switch, maka lebih dari dua komputer bisa saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan jaringan lokal atau LAN.
- Putih Hijau : Kabel Putih Hijau berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Hijau : Kabel Putih Orange berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Putih Orange : Kabel Putih Orange berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Biru : Kabel Biru berfungsi sebagai media penghantar paket suara
- Putih Biru : Kabel Putih biru berfungsi sebagai media penghantar paket suara
- Orange : Kabel Orange berfungsi sebagai media penghantar paket data
- Putih Coklat : Kabel Putih Cokelat berfungsi sebagai media penghantar tegangan DC
- Coklat : Kabel Cokelat berfungsi sebagai media penghantar tegangan DC
3. Roll Over
Tipe Roll Over digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat Cisco Router dengan menggunakan Komputer .Kabel Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB- 25 atau DB-9 Adapter sebelum ke terminal (PC).
Pemasangan kabel UTP membutuhkan alat dan bahan seperti krimping tool, Konektor RJ 45, dan LAN Tester. Langkah-langkah pemasangan kabel UTP :
1. Kupas kulit kabel UTP kira-kira sepanjang 1,5 cm dengan menggunakan crimping tool urai kabel-kabel yang ada di dalamnya.
2. Susun urutan warna sesuai dengan tipe pemasangan jaringan.
3. Ratakan ujung kabel dengan memangkas ujungnya menggunakan crimping tool agar. (Pada saat akan memotong ujungnya kabel tetap harus tersusun rapi sesuai dengan urutan).
4. Dengan tetap memperhatikan kerapian kabel yang telah disususn, masukkan kabel UTP pada konektor RJ 45 hingga ujung kabel terlihat pada ujung konektor,Setelah itu kunci konektor dengan menggunakan crimping tool.
5. Tes kabel UTP dengan menggunakan LAN tester.
2 Kabel Coaxial
Kabel Coaxial dalam jaringan komputer berfungsi untuk menghubungkan perangkat-perangkat didalam jaringan komputer, misalnya untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya. Kabel ini tidak digunakan dalam topologi star karena jaringan dengan topologi star biasanya menggunakan kabel UTP untuk media transmisinya.
Kabel Coaxial biasanya diguanakan pada topologi jaringan bus yang tutik percabangannya menggunakan TConector dan menggunakan konektor BNC untuk koneksi tiap node nya
Karakteristik Kabel Coaxial :
- Kecepatan dan keluaran 10 – 100 MBps
- Biaya Rata-rata per node murah
- Media dan ukuran konektor medium
- Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)
Kabel Koaksial terbagi menjadi dua jenis tipe yang biasa digunakan pada jaringan komputer, yaitu
1. Thick Coax (memiliki diameter cukup besar)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 -10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuma disebut sebagai yellow cable karena warnanya yang kuning.
Kabel Coaxial ini jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
1. Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50 ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
2. Maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan (attached devices, seperti repeater) atau berupa populated segments (seperti bridge).
3. Setiap kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal (external transceiver).
4. Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter) dan setiap segment harus diberi ground.
5. Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
6. Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
7. Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (sekitar 500m).
8. Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters
2. Thin Coax (memiliki diameter lebih kecil)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan RG-8 atau RG-59 dengan impedansi 75 ohm. Jenis kabel untuk televisi juga termasuk jenis coaxial dengan impedansi 75 ohm.
Namun untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipergunakan adalah (RG- 58) yang telah memenuhi standar IEEE 802.3 -10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan T-connector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :
1. Pada topologi bus, setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
2. Panjang maksimal kabel adalah 606.8 feet (185 meter) per segment.
3. Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
4. Kartu jaringan sudah menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
5. Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment) dengan pengubung repeater 185 x 3 = 555 meter.
6. Setiap segment sebaiknya dilengkapi 1 ground.
7. Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
3 Kabel Fiber Optik
jenis kabel yang berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan mengalirkannya dari satu ke titik yang lain. Bahan utama dari kabel jenis Fiber Optik ini adalah dari serat kaca dan plastik yang sangat halus, bahkan lebih halus dari sehelai rambut manusia. Beda halnya dari kabel lain yang memakai bahan dari tembaga.
Terdapat 2 jenis mode transmisi yakni Single Mode yang memanfaatkan sinar laser sebagai media transmisinya dan Multi Mode yang menggunakan media LED. Biasanya jenis kabel Fiber Optik ini lebih sering dipakai pada suatu instalasi jaringan dengan kelas menengah hingga atas.
Kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal, sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya yang tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau kabel UTP. Karakteristik dari kabel ini tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas
Kemampuan Kabel Serat Optik(FO)
Fiber optik menunjukkan kualitas tinggi untuk berbagai macam aplikasi, hal ini di sebabkan :
1. Dapat mentransmisi bit rate yg tinggi,
2. Tidak sensitif pada gangguan elektromagnetik
3. Memiliki Bit Error Rate (kesalahan) kecil
4. Reliabilitas lebih baik dari kabel koaksial
Kondisi & tempat pemasangan FO
1 Di wilayah kota, terdapat banyak lekukan dan saluran yang biasanya dipenuhi oleh kabel lain, sehingga pemasangan infrastruktur baru selalu dibuat dalam jumlah kecil, sehingga radius belokan fiber dan kabel diusahakan tetap kecil.
2. Kabel terpasang dalam bermacam-macam kondisi, seperti: di luar, dibawah tanah, di udara, dalam ruangan. Konsekuensinya banyak kondisi termal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima.
3. Hindari kondisi banyaknya penyambungan, sehingga tidak memerlukan teknisi yang terlatih dan persiapan yang mudah.
4. Jangan sampai terjadi banyak tekukan & kebocoran jacket pelindung yang bisa menyebabkan kebocoran Cahaya
5. Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih rendah
Tanpa Kabel
Komunikasi tanpa kabel (wireless) telah menjadi gaya hidup masyarakat informasi. Beberapa wujudnya yang sederhana telah cukup lama dikenal masyarakat Bumi. Kini mereka hadir kembali disekitar kita dalam bentuk yang kian beragam dan cerdas. Mulai dari pager dua arah, telepon genggam digital, hingga sampai wireless LAN.
Sifat fleksibilitas dari karakteristik wireless menjadikan teknologi wireless sebagai salah satu teknologi utama yang diaplikasikan dalam jaringan telekomunikasi. Komunikasi lokal wireless memiliki perkembangan tercepat dan tumbuh sebagai sektor yang sangat penting dalam industri telekomunikasi. Salah satu aplikasi pengembangan wireless untuk komunikasi data adalah wireless LAN.
Wireless LAN merupakan jaringan komputer lokal yang menggunakan media transfer data tanpa kabel. Wireless LAN ini sama halnya seperti ethernet tanpa kabel dimana user berhubungan dengan server melalui modem radio. Salah satu satu bentuk modem radio adalah PC Card yang digunakan untuk laptop. Kecepatan komunikasi wireless LAN ini dapat mencapai 3 MBps.
B. Periperal jarkom
1 Ethernet Card
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Kecepatan Ethernet waktu itu hanya 3 Mbps dan dikenali sebagai Experimental Ethernet. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat ini yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps –100 Mbps yang biasa disebut seri 10Base / 100Base.
Pada metoda CSMA/CD, sebuah host kompiuter yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host kompiuter lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host kompiuter tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Teknik ini disebut dengan backoff algorithm Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain. Setiap Ethernet card mempunyai alamat sepanjang 48 bit yang dikenal sebagai Ethernet address (MAC Address).
Alamat tersebut telah ditanam ke dalam setiap rangkaian kartu jaringan (NIC) yang dikenali sebagai Media Access Control‘ (MAC) atau lebih dikenali dengan istilah
hardware address‘. 24 bit atau 3 byte awal merupakan kode yang telah ditentukan oleh IEEE.
Fungsi dari ethernet card yang paling utama adalah untuk membantu membangun suatu jaringan LAN. Jaringan lan melalui kabel standar DSL, bisa terbentuk dengan baik apabila menggunakan Ethernet Card. Dengan adanya ethernet card ini, maka setiap komputer akan terhubung satu sama lain. Dan dengan implementasi dari LAN yang dibangun oleh ethernet card ini, juga ditambah dengan penggunaan perangkat keras jaringan komputer, seperti Fungsi Hub dan juga Switch, maka lebih dari dua komputer bisa saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan jaringan lokal atau LAN.
2 Hub / Switch (Konsentrator)
Sebuah konsentrator (Hub atau switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub atau switch.
Hub dan switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 yang dapat dipasang konektor RJ-45 dan terhubung ke sejumlah komputer. Beberapa jenis hub dapat dipasang bertingkat (stackable) hingga 4 susun. Biasanya hub maupun switch memiliki jumlah lubang sebanyak 4 bh, 8 bh, 16 bh, hingga 24 buah.
Switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic data lebih baik bila dibandingkan hub. Saat ini telah terdapat banyak tipe switch yang manageable, selain dapat mengatur traffic data, juga dapat diberi IP Address.
Hub berfungsi sebagai titik koneksi umum untuk perangkat di jaringan.Sedangkan untuk jaringan switch, adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan berbagai perangkat bersama pada satu jaringan komputer.
Penerapan Hub
Penerapan Switch
3 Repeater
Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak antara kabel dapat diperjauh.
Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol physical layer yang sama antara segmen-segmen kebel tersebut misalnya repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2
4 Bridge
Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakanmetode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.
Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering. Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.
Terkadang pertumbuhan network sangat cepat makanya di perlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan Bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di sebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalulintas yang mengatur dipersimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur.
Bridges juga dapat digunakan untuk mengkoneksi network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan.
5 Router
Router adalah perangkat keras yang dipakai untuk menghubungkan beberapa jaringan, baik itu jaringan yang sama atau juga jaringan yang berbeda. Routing adalah proses pengiriman paket data dengan melalui jaringan dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Proses routing itu sendiri terjadi pada lapisan 3 dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Setiap router memiliki fasilitas berupa DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol) dan NAT (Network Address Translator). DHCP ini adalah layanan yang berguna untuk mendistribusikan IP Address lain kepada perangkat komputer. NAT merupakan fasilitas yang memungkinkan suatu alamat IP atau koneksi internet dapat dibagikan kepada alamat IP lain. Dengan mendapatkan alamat IP lain, suatu perangkat dapat terhubung ke perangkat lainnya
Sebuah Router mampu mengirimkan data/informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda, router hampir sama dengan bridge, meski tidak lebih pintar dibandingkan bridge, namun pengembangan perangkat router dewasa ini sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan.
Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridges dan router lainnya.
Router juga dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat sisi mana yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih/clean.
kemampuan yang dimiliki router, diantaranya
1. router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan internet.
2. Router akan mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.
3. Mengatur jalur sinyal secara effisien dan dapat mengatur data yang mengalir diantara dua buah protocol.
4. Dapat mengatur aliran data diantara topologi jaringan linear Bus dan Star.
5. Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel koaksial atau kabel twisted pair.
Sebuah konsentrator (Hub atau switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub atau switch.
Hub dan switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 yang dapat dipasang konektor RJ-45 dan terhubung ke sejumlah komputer. Beberapa jenis hub dapat dipasang bertingkat (stackable) hingga 4 susun. Biasanya hub maupun switch memiliki jumlah lubang sebanyak 4 bh, 8 bh, 16 bh, hingga 24 buah.
Switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic data lebih baik bila dibandingkan hub. Saat ini telah terdapat banyak tipe switch yang manageable, selain dapat mengatur traffic data, juga dapat diberi IP Address.
Hub berfungsi sebagai titik koneksi umum untuk perangkat di jaringan.Sedangkan untuk jaringan switch, adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan berbagai perangkat bersama pada satu jaringan komputer.
Penerapan Hub
- Hub digunakan dalam organisasi untuk konektivitas.
- digunakan untuk membuat jaringan rumah kecil.
- digunakan untuk pemantauan jaringan.
- Anda dapat membuat perangkat atau periferal yang tersedia menurut jaringan\
Penerapan Switch
- Switch membantu Anda mengelola aliran data di seluruh jaringan.
- LAN berukuran sedang hingga besar yang berisi sejumlah tautan dapat dikelola switch.
- Switch banyak digunakan dalam aplikasi SOHO (Small Office / Home Office). SOHO kebanyakan menggunakan satu switch untuk mengakses berbagai layanan broadband.
- Perangkat ini digunakan dalam jaringan komputer untuk menghubungkan perangkat bersama secara fisik.
- Switch dapat mentransfer data ke perangkat lain mana pun, baik menggunakan mode half duplex dupleks atau mode full duplex.
3 Repeater
Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak antara kabel dapat diperjauh.
Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol physical layer yang sama antara segmen-segmen kebel tersebut misalnya repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2
4 Bridge
Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakanmetode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.
Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering. Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.
Terkadang pertumbuhan network sangat cepat makanya di perlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan Bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di sebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalulintas yang mengatur dipersimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur.
Bridges juga dapat digunakan untuk mengkoneksi network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan.
5 Router
Router adalah perangkat keras yang dipakai untuk menghubungkan beberapa jaringan, baik itu jaringan yang sama atau juga jaringan yang berbeda. Routing adalah proses pengiriman paket data dengan melalui jaringan dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Proses routing itu sendiri terjadi pada lapisan 3 dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Setiap router memiliki fasilitas berupa DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol) dan NAT (Network Address Translator). DHCP ini adalah layanan yang berguna untuk mendistribusikan IP Address lain kepada perangkat komputer. NAT merupakan fasilitas yang memungkinkan suatu alamat IP atau koneksi internet dapat dibagikan kepada alamat IP lain. Dengan mendapatkan alamat IP lain, suatu perangkat dapat terhubung ke perangkat lainnya
Sebuah Router mampu mengirimkan data/informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda, router hampir sama dengan bridge, meski tidak lebih pintar dibandingkan bridge, namun pengembangan perangkat router dewasa ini sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan.
Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridges dan router lainnya.
Router juga dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat sisi mana yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih/clean.
kemampuan yang dimiliki router, diantaranya
1. router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan internet.
2. Router akan mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.
3. Mengatur jalur sinyal secara effisien dan dapat mengatur data yang mengalir diantara dua buah protocol.
4. Dapat mengatur aliran data diantara topologi jaringan linear Bus dan Star.
5. Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel koaksial atau kabel twisted pair.
3. Kesimpulan
Pemilihan perangkat jaringan disesuaikan dengan kebutuhan dari sistem. Salah satu performansi jaringan yaitu kecepatan transfer, perlu diketahui dalam perancangan
Pemilihan perangkat jaringan disesuaikan dengan kebutuhan dari sistem. Salah satu performansi jaringan yaitu kecepatan transfer, perlu diketahui dalam perancangan
REFERENSI
Buku Ajar Jaringan Komputer.pdf
gagastekno.com/pengertian-fungsi-kabel-stp-utp-coaxial-paling-lengkap/
www.webstudi.site/2019/09/Kabel-Straight-Cross.html
winstarlink.com/pengertian-kabel-coaxial/
dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/fungsi-ethernet-card
www.merdeka.com/jabar/perbedaan-hub-dan-switch-pada-jaringan-komputer-jangan-sampai-salah-kln.html
hot.liputan6.com/read/4578463/mengenal-fungsi-router-yang-paling-utama-pada-komputer-beserta-cara-kerjanya
Buku Ajar Jaringan Komputer.pdf
gagastekno.com/pengertian-fungsi-kabel-stp-utp-coaxial-paling-lengkap/
www.webstudi.site/2019/09/Kabel-Straight-Cross.html
winstarlink.com/pengertian-kabel-coaxial/
dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/fungsi-ethernet-card
www.merdeka.com/jabar/perbedaan-hub-dan-switch-pada-jaringan-komputer-jangan-sampai-salah-kln.html
hot.liputan6.com/read/4578463/mengenal-fungsi-router-yang-paling-utama-pada-komputer-beserta-cara-kerjanya






Komentar
Posting Komentar