Langsung ke konten utama

Modul 11 : Web Server

Nama    : Farrel Adrian Laksana
No BP    : 2111082013

Web Server

 1. Sejarah

     Pada tahun 1989 Tim Berners-Lee mengajukan proposal sebuah proyek pada tempatnya bekerja CERN ( European  Organization for Nuclear Research), proyek ini bertujuan untuk memudahkan para ilmuan yang bekerja di CERN untuk bertukar informasi menggunakan sistem hypertext.

     Sebagai hasil dari pelaksanaan proyek tersebut, Tim Berners-Lee menulis dua program: o Sebuah Browser dengan nama WorldWideWeb Program webserver pertama didunia yang berjalan diatas sistem NeXTSTEP Antara tahun 1991 sampai 1994 teknologi sederhana dan efektif digunakan untuk berselancar dan bertukar data melalui world wide web, telah dibantu pengembangannya untuk dapat berjalan dibanyak sistem operasi  dan menyebarkan penggunaannya ke segenap lapisan masyarakat, pertama dimulai dikalangan ilmuan, kemudian di universitas selanjutnya merambah dunia industri. Tahun 1994 Tim Berners-Lee memutuskan untuk mendirikan konsorsium World Wide Web, yang bertujuan untuk mengatur pengembangan selanjutnya dan penggunaan banyak teknologi (HTTP, HTML dll) melalui stadarisasi proses. Saat ini perkembangan web site dan server telah mengikut deret eksponensial. 

2. Pengertian 
Secara umum web server terbagi menjadi dua tipe, yaitu web server secara offline atau local dan web server secara online atau web server yang terkoneksi ke internet. Web server ini dapat diartikan sebagai rumahnya web site. Setiap situs di yang ada di internet pastilah berjalan di atas web server. Jadi peranan web server ini sangatlah penting dalam pembuatan web site. 

Web server adalah Suatu Program Komputer yang mempunyai tanggung jawab/tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien,  yang dikenal dengan nama web browser, dan melayani mereka dengan menyediakan respon HTTP berupa konten data, biasanya berupa halaman web yang terdiri dari dokumen HTML, dan objek yang terkait seperti gambar, dll. Dengan kata lain software yang menjadi tulang belakang dari world wide web (www). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka  web server akan memproses permintaan itu kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke  browser. Data ini mempunyai format yang standar, disebut dengan format SGML (standar general markup language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser tersebut. Contohnya, bila data yang dikirim berupa gambar, browser yang hanya mampu menampilkan teks (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkan gambar tersebut, dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web server, untuk berkomunikasi dengan client-nya (web browser) mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext transfer protocol). 

Dengan protokol ini, komunikasi antar  web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada  world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan format HTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari. Kata  HyperText  mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan membaca dokumendokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan jauh tempatnya sekalipun. 

​Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiaptiap proses. Secara garis besarnya  web server  hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari  web clientnya. 
Picture

pada umumnya program webserver memiliki fitur-fitur dasar yang sama seperti :
  1. HTTP : Setiap program web server bekerja dengan menerima permintaan HTTP dari klien, dan memberikan respon HTTP ke klien tersebut. Respon HTTP biasanya mengandung dokumen HTML tetapi dapat juga berupa berkas raw, gambar, dan berbagai jenis dokumen lainnya. Jika terjadi kesalahan permintaan dari klien atau terjadi masalah saat melayani klien maka web server akan mengirim respon kesalahan yang dapat berupa dokumen HTML atau teks yang memberi penjelasan penyebab terjadinya kesalahan.
  2. Logging : Umumnya setiap web server mempunyai kemampuan untuk melakukan pencatatan/logging terhadap informasi detil mengenai permintaan klien dan respon dari web server dan disimpan dalam berkas log, dengan adanya berkas log ini maka akan memudahkan web master untuk mendapat statistik dengan menggunakan tool log analizer.
Pada penggunaan sehari-hari banyak web server mengimplementasikan fitur-fitur berikut :
Otentifikasi : fitur untuk mengotorisasi suatu permintaan dari klien sebelum menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh web server (biasanya User dan Password).
Penanganan konten statis (berkas tersimpan pada file sistem server) dan konten dinamis dengan mendukung satu atau lebih antara muka yang sesuai (SSI, CGI, SCGI, FastCGI, JSP, PHP, ASP, ASP.NET, Server API seperti NSAPI, ISAPI dsb). Dukungan HTTPS (dengan SSL, atau TSL) yang memungkinkan koneksi yang aman (dengan enkripsi) ke server pada port 433 berbeda dengan koneksi HTTP biasa di port 80 Kompresi Konten (misal menggunakan enkoding gzip) untuk mengurangi waktu respon server sehingga penggunaan pita data /Bandwith menjadi lebih hemat. Virtual Hosting  yang berguna untuk melayani banyak website hanya dengan menggunakan satu alamat IP. Dukungan berkas berukuran besar, berfungsi untuk mendukung berkas yang memiliki ukuran lebih dari 2 gigabyte Pengatur Bandwith (Bandwith throttling) yang berfungsi untuk membatasi kecepatan respon dengan tujuan tidak membanjiri jaringan dan menghemat pita data (bandwith) agar dapat melayani klien lebih banyak.

3. Penerjemahan Path (Path Transalation) 
Server web mengarahkan pennterjemahan komponen path kedalam URL (Uniform Resource Locator)
menuju :
     a.  Sumber daya berkas sistem lokal jika permintaan bersifat statis.
     b.   Program internal ataupun eksternal jika permintaan bersifat dinamis.

 Untuk permintaan bersifat statis maka URL yang diminta oleh klien diarahkan ke root direktori web server.
Perhatikan URL berikut yang diminta oleh klien :
     a.  http://www.example.com/path/file.html
     b.  Browser web pada klien akan menterjemahkan koneksi ke www.example.com dengan permintaan HTTP 1.1 seperti berikut :
     c.  GET /path/file.html HTTP/1.1
     d.  Host: www.example.com
 
Server Web www.example.com akan mencari path/alamat yang diberikan mulai dari root direktori. Pada mesin unix biasanya di /var/www/htdocs. Hasil pada sistem lokal adalah /var/www/htdocs/path/file.html
Server akan mencari dan membaca berkas tersebut, jika berkas ada maka akan mengirimkan jawaban ke browser klien. Respon yang diberikan akan menggambarkan isi konten dari berkas itu sendiri.
 
4. Load Limit (Batas Beban)
Setiap Server Web telah menentukan batas beban yang dapat ditanggung, sehingga setiap server web mempunyai batasan jumlah klien yang terhubung pada satu waktu (umumnya antara 2 s.d. 60.000, secara bawaan (default) maks 500 atau 1000).
Kemampuan ini bergantung pada :
     a.  Pengaturan Server Web itu sendiri;
     b.  Jenis permintaan HTTP;
     c.  Jenis Konten (Statis atau dinamis);
     d.  Kondisi konten di server dilakukan cache atau tidak; 
     e.  Perangkat Keras, perangkat Lunak serta sistem operasi yang digunakan.

Jika server web sudah mendekati batas limit yang mampu ditangani maka server menjadi kelebihan beban sehingga lambat dalam memberikan respon.

Setiap saat server web dapat saja mengalami kelebihan beban yang disebabkan :
     a.  Terlalu banyak koneksi (misalkan ada ribuan bahkan jutaan permintaan dari klien pada jeda waktu yang singkat, seperti yang pernah terjadi pada Slashdot)
     b.  Serangan DDOS (Distribute Denial Of Services);
     c.  Cacing Komputer (Worm) yang dapat menyebabkan lalulintas data tidak wajar karena banyaknya komputer yang terinfeksi;
     d.  Virus XSS dapat menyebabkan lalulintas data yang tinggi karena jutaan browser dan server web yang terinfeksi;
     e.  Internet Web Robot, Lalu lintas data yang tidak difilter atau web server besar dengan sumber daya yang terbatas misalnya pita data yang dimiliki kecil dsb;
     f.  Internet (network) Lambat, hal ini menyebabkan jawaban atas permintaan klien ke server web melambat dan jumlah koneksi maksimum perwaktu jauh di bawah kemampuan server web itu sendiri;
     g.  Sebagian Server Web dalam kondisi mati, Ini dapat terjadi jika ada keperluan yang mendadak untuk perawatan/pembaharuan, kerusakan perangkat keras atau lunak, back end (misalnya Database) gagal, dalam kondisi ini server web yang masih bertugas mengalami kelebihan lalulintas data dan menjadi kelebihan beban.
 
5. Gejala Kelebihan Beban
Tanda-tanda apabila server web mengalami kelebihan beban adalah :
     a.  Lambatnya respon terhadap permintaan dari klien (respon biasanya berkisar dari
1 s.d. Ratusan detik);
     b.  Muncul pesan kesalahan 500, 502, 503, 504 HTTP Errors (Kadang-kadang juga muncul pesan kesalahan 404 dan 408);
     c.  Koneksi TCP ditolak atau direset sebelum isi konten sampai ke klien;
     d.  Hal ini jarang terjadi, hanya sebagian isi konten yang dikirim (tetapi hal ini kebanyakan
     e.  disebabkan kesalahan program/bug, walaupun sumber daya yang dimiliki sistem terbatas).
 
6. Teknik Pencegahan Kelebihan Beban
     a. Mengatur lalulintas data jaringan, dengan menggunakan :
          1)  Firewalls to menghadang data yang tidak diinginkan dari sumber IP yang tidak sesuai ataupun memiliki pola yang aneh.
          2)  Pengaturan lalulintas data melalui protokol HTTP, untuk memutuskan koneksi, mengarahkan, atau menulis ulang permintaan yang memiliki pola HTTP yang tidak sesuai.
          3)  Pengaturan Bandwith dan Traffic shaping, untuk menurunkan beban puncak penggunaan jaringan.
          4)  Mengembangkan teknik cache;
    Menggunakan domain yang berbeda, untuk melayani konten yang berbeda (Statis dan dinamis) dengan memisahkan server web, contoh : 
    -  http://images.example.com o
​    -  http://www.example.com
          5)  Menggunakan domain yang berbeda dan atau komputer yang berbeda untuk memisahkan berkas berukuran besar dan kecil; idenya adalah untuk mengoptimalkan cache berkas yang     ukuran kecil dan menengah dan secara efisien melayani berkas berukuran besar (10-1000 Mb) menggunakan pengaturan yang berbeda;
          6)  Menggunakan banyak server web pada tiap komputer, masing-masing program server web di arahkan ke masing-masing kartu jaringan dan alamat IP;
          7)  Menggunakan banyak komputer server web dan menggabungkannya kedalam satu grup bertindak seolah-olah menjadi satu server web besar;
          8)  Menambahkan perangkat keras seperti RAM, hdd pada tiap server web;
          9)  Melakukan tunning pada Sistem Operasi sehingga dapat memaksimalkan penggunaan perangkat keras terpasang;
          10)  Menggunakan program komputer yang sesedikit mungkin pada komputer yang digunakan sebagai server web;
          11)  Menggunakan area kerja lain untuk melayani konten-konten yang bersifat dinamis. 

Picture
Picture
7. Kesimpulan
Web server adalah Suatu Program Komputer yang mempunyai tanggung jawab/tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien,  yang dikenal dengan nama web browser, dan melayani mereka dengan menyediakan respon HTTP berupa konten data, biasanya berupa halaman web yang terdiri dari dokumen HTML, dan objek yang terkait seperti gambar, dll.  

REFERENSI

​majapahit.id/blog/2020/03/04/apa-itu-web-server/asd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laprak Minggu 1 : Perakitan Kabel UTP

Nama      :  Farrel Adrian Laksana No BP     : 2111082013 PERAKITAN KABEL UTP Dalam Pemasangan konektor ini, kita memerlukan beberapa alat dan bahan Yakni: Alat: Tang Crimping (Tang kabel LAN) Tester Kabel LAN Bahan: Kabel LAN Konektor RJ Pertama Yang Harus Saya lakukan yaitu Membuka jaket kabel LANnya dengan tang crimping yang sudah tersedia (Harus berhati-hati agar kabel Didalamnya Tidak terpotong). Didalam kabel LAN ini terdapat beberapa Warna yang harus diketahui. Yakni : Putih Orange Orange Putih Hijau Hijau Putih Biru Biru Putih Coklat Coklat     Pemasangan Kabel ini terbagi atas 2Type Yaitu Straight dan Cross. Ke dua Type ini masing masing mempunyai Fungsi yang berbeda.  - Type Straight  untuk Menghubungkan Perangkat yang berbeda. Contohnya : komputer dengan switch, komputer dengan HUB. -Type Cross  untuk Menghubungkan Perangkat yang sama. Contohnya : Komputer dengan Komputer, HUB dengan HUB, Switch dengan Switch. Dan un...

Modul 3 : PROTOKOL & TOPOLOGI JARINGAN

Nama     : Farrel Adrian Laksana No BP     : 2111082013 PROTOKOL & TOPOLOGI JARINGAN 1. Topologi Jarkom  Secara umum ada tiga macam topologi fisik yang sering digunakan dalam LAN, yaitu:      1.  Topologi Bus       2.  Topologi Ring (Cincin)       3.  Topologi Star (Bintang) A. Topologi Bus        Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhububng ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut...

Laprak Minggu 8 : Konfigurasi 2 Router Menggunakan Cisco Packet Tracer

Nama          : Farrel Adrian Laksana No BP         : 2111082013 Konfigurasi Dua Router Menggunakan Cisco Packet Tracer   1.TUJUAN Untuk mengetahui cara menkonfigurasi Jaringan LAN menggunakan Router dan Switch dengan menggunakan Cisco Packet Tracer. 2.TEORI SINGKAT Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain. Switch adalah salah satu komponen jaringan ...